Contoh makalah Perkembangan Fisik

BAB I
PENDAHULUAN
1.    LATAR BELAKANG 

Anak usia 4-5 tahun merupakan sosok individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. Masa balita adalah masa emas (golden age) dalam rentang perkembangan seorang individu. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial. Selain itu ditambah pula dengan kesenangannya dalam bereksplorasi dan seperti tak mengenal rasa takut, maka segala gerakan yang diajarkan pada anak akan dianggap sebagai satu permainan yang menyenangkan. Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistic atau menyeluruh. Karena itu pemberian stimulasinya pun perlu berlangsung dalam kegiatan yang holistik.
            Mengamati perkembangan fisik-motorik seorang anak adalah hal yang sangat menarik. Mulai dari saat bayi yang tampak tidak berbahaya, begitu kecil dan hanya bisa terlentang dan menangis, kemudian ia mulai tumbuh dan berkembang. Tubuhnya semakin besar, ia mulai dapat miring, tengkurap, duduk dan merangkak. Bayi itu kemudian berubah menjadi anak kecil yang lucu yang dapat berdiri, berjalan, bahkan akhirnya ia dapat melompat dan berlari. Tampak bahwa perkembangan tubuh dan keterampilan geraknya meningkat dengan cepat sesuai dengan perkembangan usia.
Pada perkembangan seorang manusia, perkembangan fisik-motorik memegang peran yang sama pentingnya dengan perkembangan kognisi, perilaku sosial, dan kepribadian. Sejalan dengan perkembangannya fisik-motorik seorang anak, mereka akan menjadi lebih mandiri. Mereka tidak lagi membutuhkan bantuan orang tuanya untuk menuju suatu tempat atau mengambil barang yang diinginkan. Pengertian Perkembangan menunjukkan pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Menurut Werner, Perkembangan menunjukkan pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali.
Di dalam suatu perkembangan, keadaan fisik motorik seorang anak memang sangat menjadi perhatian dan menjadi suatu pembahasan, sebab proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa mendatang. Dalam kaitannya dengan kecerdasan motorik anak, tentu saja dipengaruhi oleh aspek perkembangan yang lainnya, terutama berkaitan dengan fisik dan intelektual anak. Demikian pun dalam kaitan dengan kecerdasan motorik anak, tentu saja dipengaruhi oleh aspek perkembangan yang lainnya, terutama dengan kaitan fisik dan intelektual anak. Dalam makalah ini akan coba di paparkan apa yang dimaksud dengan kecerdasan motorik, pentingnya perkembangan motorik anak, bagaimana proses perkembangan motorik anak pada usia middle age dan stimulasi apa saja yang bisa diberikan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik anak.

A.   PENGERTIAN FISIK
Pertumbuhan Fisik sangat mempengaruhi perkembangan psikis, misalnya bertambahnya fungsi otak memungkinkan anak dapat tertawa, berjalan, berbicara, dan sebagainya. Pengertian perkembangan fisik ? yaitu Perubahan  terhadap diri seorang manusia  dengan kata lain, Perkembangan menunjukkan pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali , Perkembangan menunjukkan pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali.  Maka dari perkembangan fisik inilah, seorang manusia bisa dikatakan sempurna ketika manusia itu bisa mensyukuri atas semua pemberian Alloh SWT. 
Kartono mendefinisikan perkembangan sebagai “perubahan psikofisis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada diri anak, yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam passage waktu tertentu, menuju kedewasaan”. Sedangkan J.P. Chaplin dalam kamusnya menyatakan “prinsipnya adalah tahapan-tahapan pertumbuhan yang progresif dan ini terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam organisme tersebut”. Syamsu Yusuf dalam bukunya mendefinisikan perkembangan sebagai perubahan yang progress dan kontinyu dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati. Yang mana aspek-aspek dari perkembangan meliputi : fisik, intelegensi, emosi, bahasa, sosial, kepribadian, moral dan kesadaran beragama.
Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Perkembangan fisik manusia terjadi mengikuti prinsip Chepalocaudal , yaitu bahwa kepala dan bagian atas tubuh berkembang lebih dahulu, sehingga bagian atas tampak lebih besar daripada bawah. Penelitian terbaru tentang aspek perkembangan fisik seseorang menunjukkan bahwa saat ini baik orang dewasa maupun anak- anak memiliki tinggi dan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan orang- orang pada generasi sebelumnya. Pertumbuhan dan perkembangan dan fisik merupakan semua hal kapasitas anak untuk melakukan kegiatan olahraga tergantung struktur fisik dan bagaimana cara perkembangan mulai dari usia dini hingga dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan fisik merupakan fisik secara kuantitatif dan fungsional seperti pada sistem syaraf, tulang dan otot.
Perkembangan motorik merupakan perubahan tingkah laku motorik yang terjadi secara terus-menerus sepanjang siklus kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh tuntutan – tuntutan tugas ,biologis individual dan juga lingkungan.Perkembangan diartikan sebagai satu perubahan individu pada tingkat fungsional. Sedangkan dalm domain psikomotorik, kognitif dan afektif, tingkat fungsional yang dimaksud adalah produk keturunan, kematangan, pertumbuhan,dan pengalaman sebagai pengaruh dari lingkungan.Secara konseptual, perkembangan anak didasarkan pada tiga domain yaitu psikomotorik, kognitif dan afektif. Domain psikomotorik terdiri atas kemampuan fisik dan motorik yang didasarkan pada proses biologis  (pertumbuhan ) dan motorik (fungsional ).Perkembangan Psikomotorik merupakan seluruh kemampuan pokok dalam memfungsikan keterampilan motorik. Dalam perkembangan psikomotorik terbagi menjadi tiga bagian yaitu, pertumbuhan dan perkembangan motorik dan pengembangan persepsi motorik serta kesegaran jasmani. Perkembangan motorik meliputi dua tahapan yaitu motorik kasar dan motorik halus.

Elizabeth hurlock B. 2006. PsikologI perkembangan (suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan). Jakarta, Erlangga








BAB II
ISI
A.     JENIS – JENIS PERKEMBANGAN FISIK
  1. PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN
Kartono mendefinisikan perkembangan sebagai “perubahan psikofisis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada diri anak, yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam passage waktu tertentu, menuju kedewasaan”. Sedangkan J.P. Chaplin dalam kamusnya menyatakan “prinsipnya adalah tahapan-tahapan pertumbuhan yang progresif dan ini terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam organisme tersebut”. Syamsu Yusuf dalam bukunya mendefinisikan perkembangan sebagai perubahan yang progress dan kontinyu dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati. Yang mana aspek-aspek dari perkembangan meliputi : fisik, intelegensi, emosi, bahasa, sosial, kepribadian, moral dan kesadaran beragama.
Kartono mendefinisikan pertumbuhan sebagai ”perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses kematangan fungsi-fungsi fisik, yang berlangsung secara normal pada diri anak yang sehat, dan dalam peredaran waktu tertentu”.
2. PERKEMBANGAN FISIK DAN PSIKOMOTORIK
Berkaitan dengan perkembangan fisik, Kuhlen dan Thomphson (Hurlock, 1956) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu (1) Sistem syaraf, yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; (2) Otot-otot, yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; (3) Kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri dari lawan jenis; dan (4) Struktur fisik/tubuh, yang meliputi tinggi, berat dan proporsi.
Aspek fisiologis lainnya yang sangat pentik bagi kehidupan manusia adalah otak. Otak dapat dikatakan sebagai pusat sentral perkembangan dan fungsi kemanusiaan. Otak juga memiliki pengaruh baik dalam keterampilan motorik, intelektual, emosional, sosial, moral maupun kepribadian.
Semakin matangnya perkembangan sistem syaraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau keterampilan motorik anak. Keterampilan motorik dibagi menjadi dua jenis, yaitu (1) Keterampilan motorik halus, seperti keterampilan kecekatan jari, menulis, menggambar, menangkap bola dan sebagainya; (2) Keterampilan motorik kasar, meliputi kegiatan-kegiatan otot seperti berjalan, berlari, naik dan turun tangga, melompat dan sebagainya.
Perkembangan keterampilan motorik merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan pribadi secara keseluruhan.
3. PERKEMBANGAN KOGNITIF
Perkembangan kognitif meliputi perubahan pada pemikiran, intelegensi dan bahasa individu. Seorang individu yang menghafal, memandang benda-benda yang berwarna-warni, membayangkan sesuatu, memecahkan suatu masalah adalah suatu proses kognitif.Perkembangan kognitif (Kellag, 1995) meliputi beberapa aspek, yaitu perkembangan ingatan, perolehan informasi, proses berfikir logis, intelegensi serta perkembangan bahasa.
Piaget membagi tahapan-tahapan perkembangan kognitif menjadi 4 periode, yaitu: (1) Sensorimotor (0-2 tahun), pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik, baik dengan orang tua ataupun objek (benda). Pada tahap inilah skema baru terbentuk reflek sederhana; (2) Praoperasional (2-7 tahun), anak mulai menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasi dunia (lingkungan) secara kognitif. Simbol-simbol ini seperti : kata-kata dan bilangan yang dapat menggantikan objek, peristiwa dan kegiatan (tingkah laku yang tanpak); (3) Operasional Konkret (7-11 tahun), anak-anak dapat melakukan operasi, dan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam contoh-contoh spesifik dan kongkrit. Pada tahap ini memungkinkan untuk dapat memecahkan masalah secara logis; (4) Operasional Formal (11 tahun sampai dewasa), individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman kongkrit dan berpikir secara abtrak dan lebih logis dan sistematis.
4. PERKEMBANGAN SOSIAL
Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai suatu proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi. Kemampuan anak untuk bergaul atau bersosialisasi dengan orang lain diperoleh anak melalui berbagai kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungan, baik orang tua, saudara, teman sebaya atau orang dewasa lainnya.
Perkembangan sosial diantaranya meliputi pengembangan sikap percaya pada orang lain, pemahaman tentang tingkah laku sosial, belajar menyesuaikan perilaku dengan tuntutan lingkungan, belajar memahami perspektf orang lain dan merespon pendapat secara selektif dan lain sebagainya. Dalam pencapaian perkembangan sosial tersebut, tentunya peran orang tua sangat mempengaruhinya.
Perkembangan sosial mulai tampak pada usia prasekolah, karena mereka mulai aktif berhubungan dengan teman sebaya. Tanda-tanda pada tahap ini adalah : (a) Anak mulai mengetahui aturan-aturan, baik dilingkungan sekolah ataupun keluarga: (b) Sedikit demi sedikit anak sudah mulai tunduk pada aturan; (c) Mulai menyadari hak dan kepentingan orang lain.
5. PERKEMBANGAN MORAL
Perkembangan moral adalah berkaitan dengan aturan atau konvensi tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Seseorang ketika dilahirkan tidak memiliki moral, tetapi dalam dirinya terdapat potensi moral yang siap untuk dikembangkan. Karena itu, melalui pengalamannya berinteraksi dengan orang lain, individu belajar memahami tentang perilaku mana yang baik, yang boleh dikerjakan dan tingkah laku mana yang buruk, yang tidak boleh dikerjakan.
Teori belajar sosial melihat tingkah laku moral sebagai respon atas stimulus. Dalam hal ini, proses-proses penguatan, penghukuman, dan peniruan digunakan untuk menjelaskan perilaku moral.
Piaget menyimpulkan bahwa pemikiran anak-anak tentang moralitas dapat dibedakan atas dua tahap, yaitu: (a) Heteronomous Morality, tahap perkembangan moral ini terjadi kira-kira pada usia 4 hingga 7 tahun. Pada masa ini yakin akan keadilan immanen, yaitu konsep bahwa bila suatu aturan dilanggar, hukuman akan segara dijatuhkan. (b) Autonomous Morality, tahap perkembangan moral ini terjadi kira-kira usia 7 hingga 10 tahun. Anak menjadi sadar bahwa aturan-aturan dan hukuman diciptakan oleh manusia dan dalam menilai suatu tindakan, seseorang harus mempertimbangkan maksud pelaku dan juga akibatnya.
Perkembangan moral pada anak dapat berlangsung melalui beberapa cara, yaitu:
  1. Pendidikan langsung, baik oleh orang tua, guru atau orang dewasa lainnya.
  2. Identifikasi, dengan cara meniru tingkah laku moral seseorang yang menjadi idolanya.
  3. Proses coba-coba (trial dan error), yaitu mengembangkan tingkah laku moral secara coba-coba.
Dalam membahas proses perkembangan moral ini, Lawrence Kohlerg mengklasifikasikannya ke dalam tiga tahap, yaitu :
Tingkat (level)
Tahap (stages)
I. Pra Konvensional
1. Orientasi hukuman dan kepatuhan
2. Orientasi relativis-instrumental
II. Konvensional
3. Orientasi kesepakatan antar-pribadi
4. Orientasi hukum dan ketertiban
III. Pasca- Konvensional
5. Orientasi control sosial legalitas
6. Orientasi prinsip etika universal
6. PERKEMBANGAN BAHASA
Bahasa merupakan kemampun untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia dengan hewan. Bahasa erat kaitannya dengan perekembangan berfikir individu. Perkembangan berfikir individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat dan menarik kesimpulan.
Perkembangan pikiran dimulai pada usia 1,6-2,0 tahun, yaitu pada saat anak dapat menyusun kalimat dua atau tiga kata.
Ada dua tipe perkembangan bahasa anak, yaitu :
a)      Egocentric Speech, yaitu anak berbicara kepada dirinya sendiri (molonog)
b)      Socialized Speech, terjadi ketika berlangsung kontak antara anak dengan temannya atau dengan lingkungannya. Perkembangan ini dibagi kedalam lima bentuk : (a) Adapted information, disini saling terjadi tukar gagasan atau adanya tujuan bersama yang dicari; (b) Critism, yang menyangkut penilaian anak terhadap ucapan atau tingkah laku orang lain; (c) command (perintah), request (permintaan), dan threat (ancaman); (d) questions (pertanyaan); dan answers (jawaban).
Berbicara monolog (Egocentric Speech) berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak pada umumnya dilakukan oleh anak berusia 2-3 tahun, sementara yang “socialized speech” mengembangkan kemampuan penyesuain sosial (social adjustment).
Referensi :
Chaplin, J.P. 2004. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : Rajawli Press
Sobur, Alex, Drs. 2003. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia
Santrock, John W. 2002. Life- Span Development, Edisi 5 Jilid 1&2. Jakarta : Erlangga.
Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Rosdakarya.

Beberapa jenis perkembangan fisik ini di dasari oleh beberapa faktor, yaitu :

a.       Faktor kematangan
Kematangan atau maturity adalah kesiapan fungsi- fungsi baik fisik maupun psikis untuk melakukan aktivitas tanpa memerlukan stimulus dari luar. Misalnya proses anak belajar duduk, merangkak, berjalan atau bercakap- cakap. Proses- proses itu memerlukan periode belajar dan berlatih. Proses- proses di atas tidak akan menunjukkan hasil yang maksimal bila anak belum mencapai kematangannya.

b.      Faktor Keturunan
Tinggi tubuh
Orang tua yang tinggi, cenderung untuk mempunyai keturunan yang tinggi, demikian pula orang tua yang pendek, cenderung akan memiliki keturunan yang pendek pula. Namun tinggi tubuh seseorang tidak dapat diramalkan secara tepat, karena faktor lingkungan, gizi dan kesehatan mempunyai pengaruh pula pada hal itu.
Kecepatan pertumbuhan
Kecepatan pertumbuhan ternyata juga merupakan sifat yang diturunkan. Penelitian-penelitian pada kembar identik memperlihatkan bahwa haid pertama yang dialami kembar identik perempuan terjadi pada usia yang sama. Demikian pula pada perempuan kakak- beradik, haid mereka pada usia yang tidak begitu berbeda.

c.       Pengaruh lain
Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan fisik anak, antara lain :
Perbedaan jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin akan tampak dalam berbagai kegiatan pada usia 2 - 5 tahun, umumnya anak perempuan lebih pada keterampilan keseimbangan tubuh seperti lompat tali yang merupakan perkembangan motorik halus. Sedangkan pada anak laki-laki lebih pada keterampilan melempar, menangkap, menendang , yang merupakan perkembangan motorik kasar. Setelah usia 5 tahun kemampuan gerak antara ank laki- laki dan perempuan saling menyusul, kecuali pada waktu melempar bola, anak laki- laki lebih tinggi kemampuannya.
Kondisi waktu lahir
Pada umumnya bayi prematur yang lahir terlalu cepat dan sangat kecil, akan menghadapi berbagai masalah fisik, misalnya terlambat dalam perkembangan geraknya. Tetapi jika mendapat perawatan yang intensif, tidak mustahil akan mengurangi kelambatan perkembangan akibat prematuritas itu.
Nutrisi
         Penyebab ini bukan hanya faktor sosial ekonomi yang lemah saja tetapi juga cara dan kebiasaan keluarga dalam hal makan. Akibat bila seorang anak kurang gizi yaitu: anak akan menjadi lemah dan kurang berminat untuk bermain. Selain itu anak juga mudah tersinggung, pemurung dan kadang gugup.
Penyakit  Keadaan jatuh sakit akan mempengaruhi pertumbuhan seorang anak. Anak yang sakit berat dan lama akan terlambat pertumbuhannya. Hai ini disebabkan karena kegiatan yang menurun, perubahan pola makan atau penyakit itu sendiri.

B. TAHAPAN
Tahap perkembangan fisik
Awal dari perkembangan pribadi seseorang pada asasnya bersifat biologis (Allport, 1957). Dalam taraf-taraf perkembangan selanjutnya, normalitas dari konstitusi, struktur, dan kondisi jasmaniah seseorang akan mempengaruhi normalitas kepribadiannya, khususnya yang bertalian dengan masalah body image, self concept, self-esteem dan rasa harga dirinya.

I.   Perkembangan masa prenatal
Periode prenatal adalah periode yang pertama dilalui oleh setiap individu dan yang paling singkat dari periode sebelumnya. Periode ini mulai pada saat pembuahan dan berakhir pada saat kelahiran yang berlangsung 270 sampai 280 hari atau 9 biulan. perkembangan pokok pada masa ini ialah perkembangan fisiologis berupa pembentukan struktur tubuh. Sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua disebut zigot. Zigot baru berupa kepala peniti, berjalan dari tuba fallopi turun ke uterus, dan terjadilah banyak pembelahan menjadi lapisan luar dan lapisan dalam, setelah 10 hari tertanam di uterine. Akhir minggu kedua sampai dengan akhir bulan kedua disebut periode embrio. Embrio adalah manusia dalam bentuk kecil. Pertumbuhan dimulai dari kepala, berikutnya bagian tubuh yang penting terbentuk. Akhir bulan ketiga, organ dalam cukup berkembang sepeti denyut jantung. Sedangkan akhir bulan kelima organ-organ tubuh telah menempati posisi hamper sempurna. Janin mulai bergerak-gerak mulai pada minggu ke 18 sampai pada bulan kesembilan gerakannya makin lama makin cepat, dengan gerakan menggelinding dan menendang.

II.  Masa bayi
Masa bayi dianggap sebagai masa dasar, karena merupakan dasar paeriode kehidupan yang sesungguhnya karena pada masa ini banyak pola, perilaku, sikap dan ekspresi emosi mulai terbentuk. Masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi lahir. Dibawah ini diberikan ukuran – ukuran panjang bayi pada berbagia tahap perkembangannya terhitung pada hari pertama menstruasi sang ibu.
8 Minggu – panjangnya satu inci
12 Minggu – panjangnya tiga inci
16 Minggu – panjangnya enam inci
20 Minggu – panjangnya sepuluh inci
24 Minggu – panjangnya dua belas inci, dan beratnya lebih ½ Kg
28 Minggu – panjangnya lima belas inci beratnya 1 Kg
32 Minggu – panjangnya enam belas inci dan beratnya 2 Kg
36 Minggu – panjangnya delapan belas inci dan beratnya 2 ½ sampai 2 ¾ Kg
40 Minggu – panjangnya dua puluh inci beratnya 3 sampai 3 ½ Kg
Pada masa bayi, perkembangan fisik secara jelas dapat diamati, pada enam bulan pertumbuhannya terus bertambah dengan pesat. Tahun pertama peningkatan lebih kepada berat dan tinggi. Selama tahun kedua terjadi penurunan. Selain itu yang berkembang adalah proporsi, tulang, otot dan lemak, bangun tubuh, gigi, susunan syaraf dan organ perasa.
 
Kemampuan Bayi :
-  Baru Lahir Menyusu Reflex Memegang Menangis
-  4 Minggu - Bereaksi terhadap suara Suara tenggorokan
-  6 Minggu Menoleh ke kanan / kiri Tersenyum spontan
-  6 – 10 Minggu Mendekur – dekur Monoton
-  3 Bln Mengangkat kepala dan bahu bila tengkurap - -
-  4 Bln Menguasai gerakan tangan ( dua tangan serentak ) Menaruh benda – benda Menoleh kearah suara
-  5 Bln Tengkurap sendiri Mencoba meraih benda jauh Mengoceh mengulang – ulang
-  6 Bln Duduk dengan sandaran minimal Mengambil mainan dari meja, menepuk – nepuk dan menggoyang – goyang Mengoceh berkali – kali
-  7 ½ Bln Duduk sendiri, mencoba merangkak Dapat makan biscuit sendiri Dapat mengucapkan suku kata tunggal
-  8 Bln Merangkak Memindahkan mainan ke tangan lain –
-  9 Bln Berdiri sambil berpegangan Menarik badan ke atas Meniru dan nada irama dari suara yang di dengar
-  10 Bln Berjalan sambil berpegangan Dapat menjepit dengan ibu jari Dapat mengucapkan suku kata berganda
-  1 Thn Menarik badan ke atas hingga berdiri dan menahan badan lagi Bertepuk tangan dapat menunjukkan keinginan tanpa menangis Perkataan : MAMA
-  14 Bln - Menaruh benda diatas benda lain Tambah perbendaharaan kata
-  15 Bln Berjalan sendiri merangkak naik tangga Minum dari cangkir –
-  18 Bln Lari dengan langkah kaku Menyusun menara dari balok kayu tiga buah Mempunyai perbendaharaan kata 20 perkataan
-   2 Thn Berjalan naik turun tangga dengan sendirian, melompat dari objek rendah Dapat menarik garis lurus dapat melepaskan kaus kaki Mempunyai perbendaharaan kata 250 dan dapat menyusun kalimat
III.     Masa anak-anak
1.       Tinggi
Kenaikan tinggi pertahun adalah 2 sampai 3 inchi. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 inchi dan anak laki-laki 57,5 inchi.
2.        Berat
Kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi, berkisar antara 3-5 pon per tahun. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai berat 88,5 pon dan anak laki-laki 85,5 pon.
3.       Perbandingan tubuh
Beberapa perbandingan wajah yang kurang baik menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dahi melebar dan merata, bibir semakin berisi, hidung menjadi lebih besar dan lebih berbentuk. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang, dan tangan dan kaki dengan lambat tumbuh membesar.
4.       Kesederhanaan
Pebandingan tubuh yang kurang baik yang sangat mencolok pada masa akhir kanak-kanak menyebabkan meningkatnya kesederhanaan pada saat ini. Disamping itu, kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kecenderungan untuk berpakaian seperti teman-teman tanpa memperdulikan pantas tidaknya, juga menambah kesederhanaan.
5.       Pebandingan otot lemak
Selama akhir masa kanak-kanak, jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang perkembangannya baru mulai melejit pada awal pubertas. Anak yang berbentuk endomorfik jaringan lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot sedangkan pada tubuh mesomorfik keadaanya terbalik. Pada bentuk tubuh ektomorfik tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga cenderung tampak kurus.
6.       Gigi
Pada permulaan pubertas, umumnya seorang anak sudah mempunyai 22 buah gigi tetap. Keempat gigi terakhir, muncul selama masa remaja.

IV. Masa Remaja
Masa remaja adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun) sampai usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Ada sejumlah alasan untuk ini:
1.            Remaja mulai menyampaikan kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini bisa menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya.
2.            Ia lebih mudah dipengaruhi teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah mode pakaian, potongan rambut atau musik, yang semuanya harus mutakhir.
3.            Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah dan frustasi.
4.            Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orang tua.
Perubahan yang paling dirasakan oleh remaja pertama kali adalah perubahan fisik. Terjadi pubertas yaitu proses perubahan yang bertahap dalam internal dan eksternal tubuh anak-anak menjadi dewasa. Perubahan hormon termasuk hormone seksual membuat remaja menjadi tidak nyaman dengan dirinya dan juga sekaligus jadi sering terlalu fokus pada kondisi fisiknya. Misalnya : remaja jadi sering berkaca hanya untuk melihat jerawat atau poninya, jadi terlalu resah dengan bentuk tubuhnya, dan sebagainya.

Pada masa
remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.

Perkembangan atau pertumbuhan anggota-anggota badan remaja, sebagaimana dikemukakan oleh Monks dkk. (1994), kadang-kadang lebih cepat daripada perkembangan badan. Oleh karena itu, untuk sementara waktu, seorang remaja mempunyai proporsi tubuh yang tidak seimbang. Hal ini akan menimbulkan kegusaran batin yang mendalam karena pada masa remaja ini, perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya. Jadi remaja sendiri merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai stimulus sosial. Bila sang remaja mengerti badannya telah memenuhi persyaratan, sebagaimana yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya, maka hal ini akan berakibat positif terhadap penilaian diri.

Secara umum perubahan-perubahan fisik remaja sebagai berikut :

Perempuan
·                     Pertumbuhan payudara (3 - 8 tahun)
·                     Pertumbuhan rambut pubis/kemaluan (8 -14 tahun)
·                     Pertumbuhan badan (9,5 - 14,5 tahun)
·                     Menarche/menstruasi (10 – 16 tahun, kadang 7 thn)
·                     Pertumbuhan bulu ketiak (2 tahun setelah rambut pubis)
·                     Kelenjar menghasilkan minyak dan keringat (sama dengan tumbuhnya bulu ketiak)

Laki-laki
·                     Pertumbuhan testis (10 – 13,5 tahun)
·                     Pertumbuhan rambut pubis/kemaluan (10 – 15 tahun)
·                     Pembesaran badan (10,5 – 16 tahun)
·                     Pembesaran penis (11 – 14,5 tahun)
·                     Perubahan suara karena pertumbuhan pita suara (Sama dengan pembesaran penis)
·                     Tumbuhnya rambut di wajah dan ketiak (2 tahun setelah rambut pubis)
·                     Kelenjar menghasilkan minyak dan keringat (Sama dengan tumbuhnya bulu ketiak)
Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki teman, dan sebagainya.

V.   Masa Dewasa
Dewasa awal ini ada yang mengatakan mulai umur 18 tahun sampai 40 tahun, tapi ada referensi lain yang mengatakan mulai 20-40 tahun. Masa dewasa awal yang merupakan kelanjutan masa remaja yang sibuk mencari jati diri kini sudah lebih stabil dan mulai sibuk dalam penempatan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Secara phisik dewasa awal sudah selesai dalam perkembangannya, tetapi kemampuan pisiknya semakin meningkat pada masa ini. Atlet lari memiliki prestasi paling baik pada masa dewasa awal. Juga hampir semua olahragawan berprestasi terbaik pada masa ini, karena kondisi kemampuan pisik paling puncak adalah tahun-tahun sebelum mencapai usia 30an.

Pada puncak kemampuan fisik ini, tubuh cepat memulihkan dirinya ketika mengalami cedera atau kelelahan. Tubuh memiliki kemampuan yang lebih kuat, dan terkadang jauh dari kata letih. KEmampuan fisik yang maksimal ini akan sangat disayangkan kalau tidak digunakan tetapi sebaliknya kita bermalas-malas tanpa mengerjakan apapun. Fisik yang lelah akan segera memulihkan keadaannya, tetapi ada batas-batas yang harus diperhatikan. Fisik yang terus dipaksa beraktivitas mungkin akan melewati batas pemulihannya bisa mengakibatkan sakit pada masa penghujung masa dewasa awal ini atau pada masa dewasa madya (40-60thn).

Selain merupakan puncak kemampuan fisik, pada dewasa awal juga mulai terjadi penurunan kemampuan pisik. Kalau sudah terjadi penurunan kemampuan fisik dalam beraktivitas maka kita perlu memperhatikan supaya bisa tetap memiliki tubuh yang sehat. Makanan yang sehat dan bergizi serta olah raga yang teratur akan membantu menjaga stamina tubuh. Porsi makanan yang diperlukan tubuh mada masa ini sebenarnya tidak sebanyak makanan yang diperlukan tubuh pada masa remaja. Porsinya seharusnya semakin berkurang, tetapi ketika orang-orang dewasa awal sudah mampu mandiri dan mampu membeli makanan yang diinginkannya, maka hal inilah yang menyebabkan masa dewasa awal sering bermasalah dengan berat badan.

2.       Faktor perkembangan fisik
-          Keturunan (genetik)
-          Lingkungan
-          Gizi
-          Gangguan emosional (produksi adrenalin steroid yang berlebihan)
-          Faktor Sebelum Lahir : Kekurangan nutrisi & vitamin pada ibu dan janin, janin tekena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi bakteri sypilis, terkena penyakit gabag, TBC, kholera, typus, gondok, sakit gula dan lain-lain.
-          Faktor ketika lahir : Intracranial haemorrahge atau pendarahan pada bagian kepala bayi yang disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan . Defec pada susunan syaraf pusat karena kelahiran bayi dengan bantuan tang (tangverlossing)
-          Faktor Sesudah Lahir : Pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka karena bayi jatuh, infeksi pada selaput otak (cerebral miningitis, gabag, malaria tropika, dypteria , radang kuping berdarah dan lain-lain), Kekurangan gizi dan nutrisi. Semua penyebab tersebut di atas menyebabkan pertumbuhan bayi dan anak sangat terganggu.
-          Faktor Psikologis : Bayi ditinggalkan ibu, ayah atau kedua orang tuanya. anak-anak dititipkan pada institusinalia (rumah sakit, panti asuhan, yayasan perawatan bayi) dan lain-lain sebagainya sehingga mereka kurang sekali mendapatkan kasih sayang dan perawatan jasmaniah. anak-anaka tersebut mengalamai innanitie psikis atau kehampaan psikis, kering dari perasaan sehingga mengakibatkan retradasi/kelambatan pertumbuhan pada semua fungsi jasmaniah. Juga ada hambatan fungsi rohaniah, terutama sekali pada perkembangan intelegensi dan emosi. Perkembangan .


3.       Implikasi dari pertumbuhan fisik pada psikologi anak
-          Perilaku
Sikap, kebiasaan, dan pola perilaku yang dibentuk selama tahun-tahun pertama, sangat menentukan seberapa jauh individu-individu berhasil menyesuaikan diri dalam kehidupan ketika mereka bertambah tua. Jika perubahan masa perilaku pada masa remaja kurang baik maka akan berpengaruh pada sikap terhadap perubahan negative di usia lanjut dan sebaliknya.
-          Merasa dihargai
Apabila orang-orang yang dihargai memperlakukan individu dengan cara-cara yang baru atau yang berbeda, perubahan akan terjadi. Anak-anak yang diberikan kesempatan untuk lebih bebas mengekpresikan dirinya, mempuat mereka mempunyai andil untuk berguna dalam masyarakat.
-          Dampak kematangan belajar
Kematangan adalah terbukanya sifat-sifat bawaan individu. Kematangan memberikan bahan dasar untuk belajar dan menentukan pola-pola umum dan urutan-urutan yang lebih umum
-          Nilai-nila budaya
Setiap kebudayaan mempunyai nilai-nilai tertentu yang dikaitkan dengan perilaku individu di lingkungannya. Jika kebudayaannya positif, maka perilaku individunya juga akan bersifat positif.

C.    RELASI
Perkembangan Fisik  Dan Kognitif
Perkembangan Fisik , Pada masa dewasa madya terjadi perubahan fungsi fisik yang tak mampu berfungsi seperti sedia kala, dan beberapa organ tubuh tertentu mulai "aus". Melihat dan mendengar merupakan dua perubahan yang paling menyusahkan paling banyak tampak dalam dewasa tengah. Daya akomodasi mata untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina akan mengalami penurunan tajam antara usia 40 dan 9 tahun. Karena pada usia tersebut aliran darah pada mata juga berkurang. Pendengaran mungkin juga mulai menurun pada usia ini yaitu mulai memasuki usia 40. Meskipun kemampuan untuk mendengar suara-suara bernada rendah tidak begitu kelihatan. Laki-laki biasanya kehilangan sensitifitasnya terhadap suara bernada tinggi lebih dahulu daripada perempuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh lebih besarnya pengalaman laki-laki terhadap suaru gaduh dalam pekerjaan.
Perkembangan kognitif , Pada tahap ini perkembangan intelektual dewasa sudah mencapai titik akhir puncaknya yang sama dengan perkembangan tahap sebelumnya (tahap pemuda). Semua hal yang berikutnya sebenarnya merupakan perluasan, penerapan, dan penghalusan dari pola pemikiran ini.
Orang dewasa mampu memasuki dunia logis yang berlaku secara mutlak dan universal yaitu dunia idealitas paling tinggi.
Orang dewasa dalam menyelesaikan suatu masalah langsung memasuki masalahnya. Ia mampu mencoba beberapa penyelesaian secara konkrit dan dapat melihat akibat langsung dari usaha-usahanya guna menyelesaikan masalah tersebut.
Orang dewasa mampu menyadari keterbatasan baik yang ada pada dirinya (baik fisik maupun kognitif) maupun yang berhubungan dengan realitas di lingkungan hidupnya.
Orang dewasa dalam menyelesaikan masalahnya juga memikirkannya terlebih dahulu secara teoritis. Ia menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang mungkin ada. Atas dasar analisanya ini, orang dewasa lalu membuat suatu strategi penyelesaian secara verbal. Yang kemudian mengajukan pendapat-pendapat tertentu yang sering disebut sebagai proporsi, kemudian mencari sintesa dan relasi antara proporsi yang berbeda-beda tadi.

D. SOLUSI atau BIMBINGAN
Menurut Havighurst, tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orang tua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan. Maka pada saat seseorang sedang mengalami perubahan fisik atau perkembangan fisik,  peran orang tua sangat diperhatikan demi kebaikan anaknya tersebut.  Dibawah ini ada beberapa solusi atau bimbingan untuk seorang anak yang sedang dalam masa perkembangan fisik :
1.    Masa Usia Dini/Masa Dewasa
Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis
Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu
Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan berbahagia
Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan
Mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa
Mencapai tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh
Perkembangan system syaraf otak yang mengatur atau memungkinkan berkembangnya kompetensi atau ketrampilan motorik anak. Menurut Yusuf (2001), perkembangan motorik anak sekolah dasar mulai terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan minatnya. Pada masa ini dimulai dengan kelebihan gerak atau aktivitas motorik yang lincah oleh karena itulah pada masa yang ideal untuk belajar ketrampilan yang berkaitan dengan motorik, misalnya menulis, menggambar, melukis, mengetik, berenang, main bola dan atletik.
Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode prenatal (dalam kandungan). Kuhlen dan Thomshon. 1956 (Yusuf, 2002) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu :
 (1) system syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi.
 (2) otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik.
 (3) kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis.
 (4) struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proposi.
Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada usia anak, yaitu pada masa:
1). Infancy toddlerhood (usia 0-3 tahun)
2). Early childhood (usia 3-6 tahun)
3).Middle childhood (usia 6-11 tahun)
Tim penulis CRI (1997) menjelaskan bahwa anak usia 3 tahun memiliki kekuatan fisik yang mulai berkembang, tapi rentang konsentrasinya pendek, cenderung berpindah-pindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Meskipun memiliki rentang konsentrasi yang relatif pendek, mereka menjadi ahli pemecah masalah dan dapat memusatkan perhatian untuk suatu periode yang cukup lama jika topik yang diajarkan menarik bagi mereka. Permainan mereka bersifat sosial dan sekaligus pararel. Pada usia ini, anak mengembangkan keterampilan motorik kasar dan melakukan gerakan fisik yang sangat aktif. Energi mereka seolah-olah tiada habisnnya.
Pada usia 5 tahun, rentang konsentrasi anak menjadi agak lama. Kemampuan mereka untuk berfikir dan memecahkan masalah juga semakin berkembang. Anak dapat memusatkan diri pada tugas-tugas dan berusaha untuk memenuhi standar mereka sendiri. Secara fisik, pada usia ini fisik anak sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan. Secara terperinci, deskripsi perkembangan fisik anak usia 3-5 tahun adalah sebagai berikut.
 1. Perkembangan Keterampilan Gerak
 Manusia adalah makhluk yang selalu berkembang. Bermula dari dalam kandungan, lahir kemudian menjadi dewasa, tua dan meninggal.
 1.Natal
 Masa natal adalah masa dimana manusia memasuki tahap dalam kandungan sampai 1 bulan. Natal terbagi menjadi 2 tahap,yaitu :
 1. Preonatal (dalam kandungan sampai dengan dilahirkan)
            2. Neonatal (Masa lahir sampai 1 bulan)
 Aktifitas gerak pada masa ini meliputi gerak refleks sederhana,seperti :
 a. Gosok-menggosok
            b. Menggenggam
            c. Membengkok
 d. Meluruskan
            e. Mengatur sikap.
 2.Masa bayi ( Infancy )
 Masa bayi adalah masa sejak individu dilahirkan sampai berusia 1 tahun atau 2 tahun.Tingkah laku meliputi tingkah laku yang disadari serta dikendalikan dengan otot secara bertahap berkembang kearah cephacaudal-proximodistal yaitu bagian kepala, leher, togok sampai kekaki dan juga dari togok kebagian samping belakang.Beberapa tingkah laku ini meliputi merangkak, menggulung, berjalan,serta menggenggam yang disadari.
 Pada masa ini gerakan yang terjadi,meliputi:
 a. Menggangkat bahu ( 1 Bulan )
 b. Menggangkat dada ( 2 Bulan )
 c. Duduk dengan bantuan (4 bulan )
 d. Duduk di pangkuan ( 5 Bulan )
 e. Duduk Sendiri (7 Bulan )
 f. Berdiri dengan bantuan (8 Bulan )
 g. Berdiri dengan berpegangan ( 9 BUlan )
 h. Merangkak ( 10 bulan )
 i. Berjalan di bombing (11 bulan )
 j. Berdiri sendiri ( 14 Bulan )
 k. Berjalan sendiri (15 BUlan )
 3.Chidhood
 Pertumbuhan pada usia kanak- kanak ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan relative stabil. Bagaimanapun juga tulangnya masih lemah. Pola gerakannya meliputi:
 a. Berjalan kesamping
 b. Berlari dengan pelan
 c. Berjalan
 d. Meloncat kira-kira 40-80 cm
 3. Children ( Masa Kecil ) dan 5 Child ( Masa Anak – Anak )
 Pada masa ini ,anak kecil perkembangna fisiknya berada pada suatu tingkatan dimana secara organisme telah memungkinkan untuk melakukan beberapa maam gerakan dasar dengan beberapa variasinya.
 Gerakan berjalan dan memegang yang telah dilakukan pada masa bayi dan dikuasai pada saat anak kecil.Selain makin dikuasai pada saat anak kecil,hasil ini merupakan hasil dari pengembangan gerkan berjalan dan memegang :
 a. Berjalan
 b. Mendaki
 c. Meloncat
 d. Menyepak
 e. Melempar
 f. Menangkap
 g. Memantulkan bola
 h. Memukul
 i. Berenang
 j. Memanjat
 Agar seorang anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai dengan potensinya perlu diperhatikan sifat perkembangan dan pertumbuhannya. Sifat tersebut digunakan sebagai upaya memberikan kondisi yang sesuai dengan kondisi anak-anak dalm melakukan aktifitas sebagai berikut :
 1. Aktifitas fisik yang cukup yang memerlukan penggunaan otot - otot besar misalnya kaki,lengan,bahu.
 a. Berlari-lari
 b. Memanjat
 c. Bergulung-guling
 d. Merangkak
 2. Permainan kecil
 3. Kesempatan mencoba berbuat sesuatu dan meniru gerakan
 a. Bermain bola dengan kaki atau tangan dengan cara masing- masing
 b. Mengatasi rintangan dengan cara melompat,menerobos,mengintari sesuatu menurut cara masing-masing.
 4. Belajar kerja sama
 a. Bermain dengan bola secara kelompok-kelompok
 b. Lomba lari
 c. Bermain dengan lomba secara berkelompok
 d. Senam
 Dalam memberikan gerakan,jangan memberikan gerakan yang rumit dan membuat otot terpaksa,berikanlah gerakan bermain karena anak anak memilik sifat bermain.
E. ANALISIS
Di dalam menganlisis seorang anak yang akan di amati berusia 5 tahun. Pada usia 5 tahun biasanya anak sudah dapat memperlihatkan perkembangan fisik motoriknya yang kompleks dengan melakukan beberapa kegiatan yaitu sebagai berikut :
·         Berdiri di atas kaki yang lainnya selama 10 detik.
·         Berjalan di atas besi keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke samping.
·         Melompat ke belakang dengan dua kali berturut-turut.
·         Melompat dua meter dengan salah satu kaki.
·         Mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola.
·         Menangkap bola tennis dengan kedua tangan.
·         Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah ke depan.
·         Mengayun tanpa bantuan.
·         Menangkap dengan mantap.
·         Menulis nama depan.
·         Membangun menara setinggi 12 kotak.
·         Mewarnai dengan garis-garis.
·         Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan 2 jari.
·         Menggambar orang beserta rambut dan hidung.
·         Menjiplak persegi panjang dan segi tiga.
·         Memotong bentuk-bentuk sederhana.
A.    PEDOMAN PENSKORAN DAN ANALISIS DATA
Dalam membuat pedoman penskoran ini memakai 5 rentang skor, yang masing- masing skor diantaranya yaitu :
Skor 1 : buruk.
Skor 2 : kurang baik.
Skor 3 : cukup.
Skor 4 : baik.
Skor 5 : sangat baik.
Sedangkan pedoman analisis data yaitu sebagai berikut : NA =  x 100
Ket : NA  : Nilai Aktual
         SA  : Skor Aktual
         Smi : Skor Maksimal ideal
B. 3 PEDOMAN PENILAIAN (KONVERSI)
Pedoman penilaian (konversi) yang digunakan adalah sebagai berikut :
M = ½ (skor max i + skor min i)
    = ½ (100 + 0)
    = ½ (100)  = 50
SD = 1/6 (skor max i – skor min i)
      = 1/6 (100 – 0)
      = 1/6 (100) = 16,66 = 17
               -3SD         - 2SD         - 1SD         M           + 1SD          + 2SD        + 3SD
              0                                                                                                                          100
Pedoman konversi :≥ M + 2 SD
M + 1 SD s/d < M + 2 SD
M – 1 SD s/d < M + 1 SD
M – 2 SD s/d < M - 1 SD
< M – 2 SD

Ket : M : Mean
        SD : Standar Deviasi
Pedoman penilaian :
84 – 100 : Sangat Baik
67– 83 : Baik
33 – 66 : Cukup Baik
16 – 32 : Kurang Baik
0 - 15 : Buruk
TEKNIK MENGANALISIS ASPEK FISIK MOTORIK ANAK USIA 5 TAHUN ASPEK YANG DIAMATI            KRITERIA
1         
1.         Berdiri di atas kaki yang lainnya selama 10 detik .       
                       
2.         Berjalan di atas besi keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke samping.       
                       
3.         Melompat ke belakang dengan dua kali berturut-turut.         
                       
4.         Melompat dua meter dengan salah satu kaki.            
           
5.         Mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola.          
           
6.         Menangkap bola tennis dengan kedua tangan.           
                       
7.         Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah ke depan.

8.         Mengayun tanpa bantuan.                     

9.         Menangkap dengan mantap.       

10.       Menulis nama depan.        

11.       Membangun menara setinggi 12 kotak. 
           
12.       Mewarnai dengan garis-garis.      
           
13.       Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan 2 jari.    

14.       Menggambar orang beserta rambut dan hidung.                   
           
15.       Menjiplak persegi panjang dan segi tiga.            16.      Memotong bentuk-bentuk sederhana.   

JUMLAH SKOR TIAP KOLOM      2          4          9          20        20
TOTAL SKOR AKTUAL (SA)         55
SKOR MAKSIMAL IDEAL (SMI)    80


B. ANALISIS DATA HASIL PENGAMATAN
Menurut hasil data diperoleh :
Total Skor Aktual (SA) = 55
Skor Maksimal Ideal (Smi) = 80
Dengan menggunakan rumus pedoman analisis data dapat ditentukan Nilai Aktual (Na) yaitu sebagai berikut :
NA =  x 100
       =  x 100 =  68,75
Jadi, dapat diperoleh nilai aktualnya adalah 68,75
C. KESIMPULAN ANALISIS DATA
Dari data tersebut dapat diperoleh kesimpulan yaitu nilai aktual (NA) adalah 68,75 berarti anak tersebut memenuhi pedoman penilaian antara 67 – 83 yang termasuk dalam katagori baik. Jadi, dapat disimpulkan dari pengamatan dan analisis data bahwa anak tersebut yang berinisial QH menunjukkan aspek fisik motoriknya termasuk dalam kategori baik.
Agar anak tersebut dapat mempertahankan ataupun meningkatkan perkembangan aspek fisik motoriknya, orang tua diharapkan untuk selalu memperhatikan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek fisik motoriknya. Perkembangan fisik motorik perlu dilatih agar dapat berkembang dengan optimal, dengan melakukan beberapa cara yaitu sebagai berikut  :
Memberikan kesempatan belajar anak untuk mempelajari kemampuan fisik motoriknya, agar ia tak mengalami kelambatan perkembangan.
Memberikan kesempatan mencoba seluas-luasnya agar ia bisa menguasai kemampuan fisik motoriknya, tetapi disertai pengawasan atau control dari orang tua.
Memberikan contoh yang baik, karena mempelajari dan mengembangkan kemampuan fisik motoriknya lewat cara meniru, anak perlu mendapat contoh (model) yang tepat dan baik.
Memberikan bimbingan karena meniru tanpa bimbingan tak akan mendapatkan hasil optimal. Ini penting agar anak dapat mengenali kesalahannya.


















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan :
Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan sangat mengagumkan. Perkembangan fisik manusia terjadi mengikuti prinsip Chepalocaudal , yaitu bahwa kepala dan bagian atas tubuh berkembang lebih dahulu, sehingga bagian atas tampak lebih besar daripada bawah. Sedangkan perkembangan motorik merupakan perubahan tingkah laku motorik yang terjadi secara terus-menerus sepanjang siklus kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh tuntutan – tuntutan tugas ,biologis individual dan juga lingkungan. Perkembangan motorik meliputi dua tahapan yaitu motorik kasar dan motorik halus.
• Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.
 • Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.
·         Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Fisik-Motorik
A. Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak :
1) Faktor kematangan
2) Faktor Keturunan
 Tinggi tubuh
 Kecepatan pertumbuhan
3) Pengaruh lain
 Perbedaan jenis kelamin
 Kondisi waktu lahir
 Nutrisi
 Penyakit
 B. Faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak :
1) Kondisi fisik dan intelektual anak.
2) Faktor gizi
3) Pola pengasuhan anak
4) Lingkungan
Pada usia 5 tahun Secara fisik, pada usia ini fisik anak sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan.
1. Masa balita merupakan masa emas (golden age) bagi tumbuh kembang seorang anak, baik dari segi fisik maupun motorik, untuk itu perlu adanya perhatian khusus agar perkembangan anak berlangsung secara optimal.
2. Keterampilan fisik yang dibutuhkan anak untuk kegiatan serta aktifitas olah raga bisa dipelajari dan dilatih di masa-masa awal perkembangan. Sangat penting untuk mempelajari keterampilan ini dengan suasana yang menyenangkan, tidak berkompetisi agar anak-anak mempelajari olah raga dengan senang dan merasa nyaman untuk ikut berpartisipasi. Hindari permainan di mana seseorang atau sekelompok orang menang dan kelompok lain kalah. Sedangkan kekuatan fisik, koordinasi, keseimbangan dan stamina secara perlahan-lahan dikembangkan dengan latihan sehari-hari. Lingkungan luar ruangan tempat yang baik bagi anak untuk membangun semua keterampilan ini.
3. Perkembangan motorik anak akan lebih teroptimalkan jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk bergerak bebas. Kegiatan di luar ruangan bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat menstimulasi perkembangan otot. Jika kegiatan anak di dalam ruangan, pemaksimalan ruangan bisa dijadikan strategi untuk menyediakan ruang gerak yang bebas bagi anak untuk berlari, berlompat dan menggerakan seluruh tubuhnya dengan cara-cara yang tidak terbatas. Selain itu, penyediaan peralatan bermain di luar ruangan bisa mendorong anak untuk memanjat, koordinasi dan pengembangan kekuatan tubuh bagian atas dan juga bagian bawah. Stimulasi-stimulasi tersebut akan membantu pengoptimalan motorik kasar. Kemampuan motorik halus bisa dikembangkan dengan cara anak-anak menggali pasir dan tanah, menuangkan air, mengambil dan mengumpulkan batu-batu, dedaunan atau benda-benda kecil lainnya dan bermain permainan di luar ruangan seperti kelereng. Pengembangan motorik halus ini merupakan modal dasar anak untuk menulis.




















                                                DAFTAR PUSTAKA
Elizabeth hurlock B. 2006. PsikologI perkembangan (suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan). Jakarta, Erlangga.
Dr. Sugiyanto, dkk. Perkembangan dan Belajar Motorik. Departemen pendidikan dan kebudayaan direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah.

8 Komentarmu...:

  1. makasih infonya artikelnya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kembalii ^_^ sudah berkunjung

      Hapus
  2. trima kasih ya contoh makalah ini sangat membantu saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kembalii , semoga bermanfaat

      Hapus
  3. terima ksih ya dengan contoh malakahnya, ini sebagai insprasi untukku dlm perkembangan anak diskolah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kembalii , semoga bermanfaat

      Hapus
  4. mntapppp...
    mkazi yo...
    ttp jaya dh pkokx ^_^

    BalasHapus

 

Followers

♥ Friend's ♥

- Coldplay -

- KAMPUS HOLIC -

- IMADIKLUS -

- IMADIKLUS -
I'am Here..