Slider
Slider
Slider

Assalamu'alaykum Warrohmatullohi Wabarokatuh
" If you find a sunnah of the Prophet , follow it and don't care about anyone else"

Let's Learn Sunnah and Happy with Sunnah

Reminder to my self

Baca bismillaahirrohmaanirrohiim sebelum melakukan aktivitas apapun

Modesty and belief are together. If one of the is removed, the other is removed .

- Abdullah ibn 'umar . ra

Do the best 'don't be 'the best.

-hamba allah-

wahai ukhty (wanita) Kakimu juga 'adalah aurat, jangan lupa pakai kaos kaki !.

-hamba allah-

Jangan Lupa untuk selalu berdzikir, karena hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang

-ar-ra'd : 28-

Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbii 'ala diinik '(wahai dzat yang Maha Membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)

-hamba allah-

Follow your DREAMS , transform your life

-Ust Fatih Karim-

"Barangsiapa bangun di malam hari dan membangunkan istrinya, lalu keduanya shalat dua raka'at bersama-sama, maka keduanya akan dicatat ke dalam golongan orang-orang yang banyak berdzikir kepada allah dari kalangan laki-laki dan wanita".

-HR. Abu Daud No. 1451)

ادعوني استجب لكم " Berdo'alah kepadaku, maka aku akan kabulkan "

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS. Al Hadid:20).



Jazakaallah khoiron katsiron zaujiyun

Bertemu denganmu adalah takdir yang harus di syukuri

" Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do'a anak yang sholeh"

Kumpulan Blog

25 Apr 2018

Tentang kita part 1

Nak..
Ingat ya sayang
Di dunia ini
Antara suka dan tidak suka..

Serba serbi kehidupan..
Banyak yg mengerti agama, tapi dia lupa bagaimana cara menghormati orangtua, sekalipun menurutnya orangtuanya bukan golongannya.. 

Laki-laki yg sholih itu seperti apa siiih dan bagaimana kriterianya..
Banyak pendapat yg mengatakan laki-laki sholih itu yang sering pergi ke mesjid, puasa sunah , dan lainnya. Itu sih pendapat orang beda-beda.

Tapi menurut saya, dia yg sholih itu dia yg mau mandiri.

Nak.. anakku yg ibu sayangi..
Kelak kamupun akan jadi orangtua.. maka dari sekarang hormatilah orangtuamu setidak sukanya kamu padanya dalam hal apapun hormatilah dia.. hargailah dia.. maka akan kamu rasakan bagaimana perasaan orangtua.

Banyak pesan yg ingin disampaikan tapi untuk saat ini , sampai disini..

Ibu sayang kakak..

2 Apr 2018

Hati..

Duhai hati
Mungkin ini yg dinamakan perasaan sakit hati, bahagia, dan perasaan suka dan duka.
Kamu mungkin lelah
Tapi jangan kau anggap ini semua akan bertahan lama
Tapi dibalik semuanya harus kau ambil hikmahnya

Duhai hati
Pernah kau menangis karena orang lain
Karena orangtua
Sahabat
Tetangga
Bahkan orang yg gak kamu kenal sekalipun..

Pernah kecewa oleh semua itu
Pernah juga kamu mengecewakan hati yg benar-benar tulus mencintai dan menyayangimu
Atau bahkan
Kamulah hati yg dikecewakan..

Hati .. jiwa ini bukanlah manusia sempurna
Ada kelemahan dan kelebihan yg setiap orang memilikinya..
Hati..
Pernah merasa bahagia dan gak mungkin semua orang mengetahuinya
Pernah merasa nyaman , tenang, dan serasa dunia milik yg merasakannya saja
Tapi apa hati sanggup mempertahankannya ?
Atau inginkan lebih ?

Hati..
Bersabarlah kamu atas gelombang ombak badai yg kini menerpamu
Petir, gemuruh, angin topan, badai.. ibarat Gelisah.. sedih..bahagia.. terluka.. hanya kau yg rasa.. aku hanya bisa tersenyum bahwa aku bahagia dan aku baik-baik saja

Hati.. lepaskanlah jika memang kamu kecewa
Tak usah kau pendam lagi amarahmu padaku

Hati..
Ini bukanlah yg di inginkan..
Bagaikan bunga sedang mekar
Terpatahkan oleh jemari yg tak bertanggung jawab..
Apa mungkin bisa diperbaiki ?
Jawabannya hanya yg punya bunga memiliki jawaban seutuhnya..

Hati..
Tersenyumlah.. karena saila mentari senantiasa membuatmu tersenyum
Seperti donat yg selalu ingin terlihat manis
Padahal dia sudah manis

Jangan lupa bahagia dan bersyukur wahai hati.. jaga lisan , perkataan, dan ambil hikamh dibalik semua kejadian..

27 Mar 2018

Dosa Sebanyak Buih Di Lautan Bisa Dihapus Dalam Hitungan 1-3 Menit

Bismillah..

Bagi mereka yang masih ingin merasa adanya keimanan dan masih ingin merasakan lezatnya iman walau sedikit. Maka hati mereka sedikitnya akan peka jika melakukan maksiat atau melakukan suatu kesalahan dalam ajaran agama. Hatinya juga akan terasa sedih jika terluput dari kebaikankan walau sedikit.

Maka hati akan sedih jika terluput takbir pertama shalat berjamaah di masjid, hati akan sedih tatkala mata ini sangat sulit dijaga dari pandangan yang diharamkan. Belum lagi dengan hal yang lebih besar misalnya ketiduran shalat subuh atau terjerumus dalam dosa yang lebih besar seperti berzina, korupsi dan lain-lainnya

Seorang muslim yang hatinya masih hidup dan ada keimanan maka ia akan sadar dengan kesalahannya walau sedikit, hatinya akan tidak tenang dengan maksiat atau kesalahan yang ia lakukan walau sedikit, jiwanya terguncang dengan pandangan haram walau sedikit. Ia tidak seperti orang yang sudah keras bahkan mati hatinya, tidak peka terhadap maksiat dan tetap biasa saja jika melakukan kesalahan.

Salah satu ciri muslim yang berjiwa hanif mencari kebenaran adalah merasa tidak tenang dengan dosa walaupun sangat sedikit. sebagaimana perkataan Sahabat,

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di bawahgunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.”[1]

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata,

إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ

“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar yang membinasakan.”[2]

Maka seorang mukmin akan berusaha menghapus dosanya walaupun sedikit dengan segera

Penghapus dosa dalam hitungan menit

Yaitu dengan membaca lafadz ini 100x yang hanya membutuh waktu sebentar dan bisa di baca kapan saja dan di mana saja (kecuali tempat yang dilarang misalnya kamar mandi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa membaca:

 Subhanallahi Wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya)

 seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.”[3]

Mengenai makna buih di lautan. Syaikh Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan,

أي ولو كانت ذنوبه في الكثرة مثل زبد البحر الزبد محركة ما يعلو الماء وغيره من الرغوة

“Walaupun sangat banyak dosanya dalam jumlah, semisal buih-buih bergerak yang berada di permukaan air, bisa juga yang lainnya misalnya jamur (plankton).”

Tidak mesti juga membaca harus 100 x dalam satu hitungan, akan tetapi menurut pendapat terkuat bahwa 100 kali adalah akumulasi bacaan dalam sehari. Bisa jadi pagi 30, siang 30 dan malam 40.

Ath-Thayyibi rahimahullah berkata,

سواء كانت متفرقة أو مجتمعة، في مجلس أو مجالس، في أول النهار أو آخره، إلا أن الأولى جمعها في أول النهار.

“Sama saja apakah bacaan tersebut (subhanallah 100 kali) terpisah atau dalam satu kali bacaan, dalam satu majelis atau dalam beberapa majelis. Di awal siang atau di akhir siang. Akan tetapi yang lebih baik adalah mengumpulkannya di awal siang.”[4]

Akan tetapi perlu diperhatikan, jangan dengan ada hadits ini, kita jadi mremahkan dosa, berpikir nanti gampang akan dihapus sebentar dengan bacaan ini.

Al-Munawi rahimahullah berkata,

“فلا يظن ظان أن من أدمن الذكر وأصر على ما شاء من شهواته وانتهك دين الله وحرماته أن يلتحق بالمطهرين المقدسين ويبلغ منازل الكاملين بكلام أجراه على لسانه ليس معه تقوى ولا عمل صالح “

“orang yang mengandalkan terus dzikir ini akan tetapi ia terus bermaksiat sekehendak syahwatnya, melanggar agama Allah dan kehormatannya, Janganlah ia menyangka akan disamakan dengan orang yang dibersihkan dan disucikan, jangan menyangka ucapannya akan mendapat pahala dengan lisannya, padahal tidak ada ketakwaan (rasa takut) dan amal shalih pada dirinya.”[5]

Catatan:

1.dosa yang dihapus adalah dosa atau kesalahan pada hak Allah saja, jika berkaitan dengan hak anak adam , maka harus diselsaikan dengan yang bersangkutan, meminta maaf atau mengembalikan haknya berupa barang atau hutang.

2.dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, adapun dosa besar yang ia lakuka  terus menerus maka ia harus bertaubat secara khusus dengan taubat nasuha dan syarat-syarat taubat nasuha.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (At Tahrim: 8)

3.jika merasa melakukan dosa yang besar, maka ia bisa melakukan shalat taubat dua rakaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ. ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ

“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”[6]

4. ada dzikir setelah shalat yang juga menghapus dosa sebanyak buih di lautan, akan tetapi caranya setelah selesai shalat saja.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa mengucapkan tasbih (mengucapkan ‘subhanallah’) di setiap akhir shalat sebanyak 33 kali, mengucapkan hamdalah (mengucapan ‘alhamdulillah’) sebanyak 33 kali, bertakbir (mengucapkan ‘Allahu Akbar’) sebanyak 33 kali lalu sebagai penyempurna (bilangan) seratus ia mengucapkan,

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

[Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu], maka Aku akan mengampuni dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan.”[7]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

Penyusun:  Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

[1] HR. Bukhari no. 6308.

[2] HR. Bukhari no. 6492.

[3] HR. Muslim No.4857

[4] Sumber:http://fatwa.islamweb.net/fatwa/printfatwa.php?Id=47328&lang=A

[5] Faidhul Qadir 6/190

[6] HR. Tirmidzi no. 406, dishahihkan oleh Al-Albani

[7] HR. Muslim

Broadcast WA muslimafiyah:
0895341555542

Rasa Takut

# Macam-Macam “Rasa Takut” Dalam Pelajaran Tauhid

Rasa takut (khauf/خوف) dibahas dalam pembahasan tauhid karena ada “rasa takut” yang terkait dengan tauhid yang merupakan hak Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa menunaikan hak Allah adalah tujuan utama manusia diciptakan dan tugas utama manusia di muka bumi.

Terdapat beberapa ayat sebagai dalil yang menjelaskan rasa takut kepada Allah.

Allah berfirman,

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٧﴾ ذَوَاتَا أَفْنَانٍ

“Orang yang takut pada Allah akan mendapatkan dua surga. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan” (QS. Ar-Rahman: 46-48)

Allah juga berfirman,

فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.” (QS. Al-Maidah: 44)

Demikian juga setan menakut-nakuti manusia untuk menghalangi mereka dari melaksanakan tauhid dan menunaikan hak Allah di muka bumi.

Allah berfirman,

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Imran: 175)

Berikut beberapa macam khaufdalam pelajaran tauhid:

1. Takut Thabi’iy (tabiat)

Yaitu takut secara naluri manusia seperti takut kepada musuh yang kuat, takut hewan buas dan takut dengan api yang tidak terkendali. Hal ini bukanlah jenis takut ibadah dan tidak menafikan keimanan.

Bahkan seorang mukmin bisa takut jenis ini sebagaimana takutnya Musa tatkala membunuh seorang penduduk Mesir dan dicari oleh pasukan Fir’aun.

Allah berfirman,

فأصبح في المدينة خائفا يترقب

“Karena itu, jadilah Musa di kata itu merasa takut menunggu-nunggu dengan takut khawatir (akibat perbuatannya)”. (QS. Al-Qashash: 18)

Takut jenis ini tidak tercela jika jelas sebabnya, akan tetapi jika sekedar wahm (sangkaan yang tidak kuat) dan sebabnya lemah (tidak mungkin) maka ini tercela karena pelakunya adalah pengecut.

2. Takut Maksiat

Yaitu rasa takut yang menyebabkan meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar. Rasa takut yang kepada manusia/makhluk yang menyebabkan ia melakukan kemaksiatan. Hal ini haram dan tercela.

Contohnya:

Disuruh mencurangi laporan keurangan oleh atasan bosnya, ia lakukan hal tersebut karena takut pada bosnya.

3. Takut Ibadah

Yaitu takut kepada Allah disertai dengan rasa pengagungan, perendahan diri dan ketundukan kepada Allah yang melazimkan muncul rasa takwa.

Hal ini dibagi 2:

Pertama: terpuji

Apabila menimbulkan rasa takut yang mencegahnya melakukan kemaksiatan

Kedua: tercela

Apabila rasa takut kepada Allah yang berlebihan dan menyebabkan ia putus asa dari rahmat Alla

4. Takut “sir” (tersembunyi) yang termasuk syirik kecil

Yaitu takut kepada selain Allah berupa takut berhala, takut kepada manusia/makhluk yang jauh jaraknya (tidak ada ditempat), takut kalau makhluk tersebut bisa membuatnya terkena hal yang berbahaya. Ia berkeyakinan bahwa makhluk tersebut bisa memberikan manfaat dan bahaya dengan aqidah yang tidak benar.

Misalnya:
– Takut lewat pohon angker karena hanya dikeramat oleh orang saja (padahal pohon tidak bisa memberi manfaat dan madharat)

– Takut terhadap keris pusaka apabila tidak diperlakukan dengan baik semisal disimpan ditempat khusus

– Takut pakai baju berwarna hijau ke suatu tempat, karena jin akan mengganggu yang berwarna hijau

[Banyak mengambil faidah dari kitab Hushulul Ma’muul karya Syaikh Abdullah Al-Fauzan]

Penulis: dr. Raehanul Bahraen

_

21 Mar 2018

Anakku sayang

Aku hanya takut kamu sakit sayang.. anak mbu  yg sholihah.. Ternyata rasa sayang ibu itu melebihi semuanya.. Gak mau dia terluka, tersakiti, dan lainnya. Semoga ibu dapat bisa menjaga kakak sampi ibu dipanggil Alloh untuk kembali. Jika tidak sampai. Kk harus kuat dan jadi wanita yg tegar, mandiri, sabar dan ikhlas. 

Jam setengah 4 kakak udah bangun..
Lihat proses tumbuh kembangnya seorang anak manusia ternyata membutuhkan waktu untuk bisa mandiri seperti ini. Ada proses tengkurep, merangkak, dan lain-lain.
Kakak usia 3 bulan udah ngoceh.. udah miring-miring , Maa Syaa Alloh..

Setiap bulan tgl 25 kontrol bidan novi yg baiiik bangeeet...

Sabar ya sayangku.. masa-masa kakak tengkurep, merangkak, berjalan, akan membuat bahagia kami yg merawatmu dan menjagamu. S. Putri
.. 

A. S. Putri

12 Mar 2018

Sempurnakanlah Pendidikan Anak-Anak Mu

﴾ *Jangan Ciderai Fitrah Anak* ﴿

Jangan pernah membandingkan anak.
Karena setiap mereka punya keistimewaan masing-masing.

Umar bin Khathab hebat tapi tidak pernah dipilih menjadi panglima perang.
Karena basicnya Umar tempramental,

Maka yang selalu terpilih jadi panglima perang adalah Khalid bin Walid yang tenang dan bisa mengambil keputusan dengan tepat di lapangan karena ketenangannya.

Anak yang cengeng bisa jadi ia mempunyai potensi perasa.
Gampang memahami perasaan orang dan mudah berempati.

Anak yang cerewet, maka poleslah agar kedepannya ia menjadi seorang penceramah yang mampu menyentuh kalbu.

Anak yang keras kepala bisa jadi ke depannya ia adalah pemimpin besar.

Kenakalan adalah jeritan hati yang belum ketemu jalan keluarnya atau potensi yang belum tampak buahnya.

Ibaratnya pohon yang belum berbuah dikasih pupuk dan air yang banyak. Akhirnya busuk. Yang diperlukan adalah kesabaran dengan pupuk yang tepat.

Anak yang suka su'udzon bisa jadi kedepannya menjadi detektif, aparat penegak hukum yang membutuhkan potensi analisa dan kewaspadaan.

Motivasi dari luar atau training sekarang SUDAH tidak laku.
Karena tidak dianggap efektif. Yang sekarang laku adalah motivasi dari dalam diri sendiri.

Apapun yang Allah berikan pada anak kita harus ridha.
Karena keridhaan orang tua adalah awal membuka potensi anak-anak nya.

Menyusui bukan sekedar proses memberi nutrisi tapi proses mengajarkan aqidah.

Maka jangan disambi, tapi fokus sentuhan ke sentuhan, tatapan ke tatapan, karena proses menyusui adalah transfer pesan dari Rabb kepada ibu kepada anaknya.

Membesarkan anak bukan untuk menjadi sarjana, tapi menjadi pembangun peradaban.

Anak dibawah 7 tahun harus dikenalkan dengan aqidah tapi jangan doktrin dan penuh ketakutan misalnya tentang neraka, tapi ceritakan dengan cinta misalnya tentang pesona surga.
Buat anak terpesona dengan Rabb-nya.
Perintah shalat adalah 7 tahun.
Jadi jangan paksa anak tertib shalat sebelum 7 tahun.

Anak di bawah 7 tahun masih individualitas karena belum paham rules. Egosentris.
Jadi normal dan wajar jika punya keinginan atau tidak mau berbagi.

Anak-anak yang puas egonya di bawah 7 tahun akan mudah berbagi setelahnya.

Tapi jika dibawah 7 tahun sudah diciderai fitrahnya ia akan menjadi anak yang gugup, Tidak mampu mengambil keputusan, dll.

Buat anak cinta Qur'an jangan paksa anak bisa dan hafal baca Qur'an.

Ajari anak cinta buku bukan bisa baca buku.
Karena anak yang cinta buku akan membaca seumur hidupnya.

Tugas kita bukan sebanyak apa mengajarkan pengetahuan karena ilmu pengetahuan berkembang terus menerus.
Tugas kita adalah menanamkan kepada anak-anak aqidah yang kuat sehingga semua persoalan dialam semesta mereka mampu membaca dan memecahkannya.

Kenangan indah dengan orang tua saat kecil, akan terekam dan membekas di ingatan anak-anak di masa depannya.

Kalau kita sibuk mendidik anak 0-15 tahun, setelah 15 tahun kita akan menuai senyuman.

Jika kita lalai mendidik anak 0-15 tahun, maka kita akan menuai kesedihan.

Jangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah.
Apalagi hanya pada seorang pengasuh.

Tapi orang tua harus langsung hands on. Umur 0-2 tahun harus berada langsung dalam asuhan ibu sesibuk apapun ibu.

Ingat seorang ibu memang ditugaskan hanya sibuk mengurus anak bukan yang lainnya.

Tumbuhkanlah fitrah dengan baik. Fitrah based education adalah menyiapkan anak-anak kita mempersiapkan peradaban.

Karakter dilahirkan apa dibentuk?
Dua-duanya.
Ada yang sejak lahir, ada yang dibentuk.
Cerewet karakter dari lahir.
Disiplin, amanah adalah karakter yang dibentuk.

8 konsep fitrah yang harus tumbuh semua.
Bukan pilihan.

1. Fitrah keimanan : aqidah yang kuat
2. Fitrah belajar : keingintahuan modal profesional, inovasi.
3. Fitrah bakat : potensi
4. Fitrah seksualitas : berfikir dan bersikap sesuai gender.
5. Fitrah jasmani
6. Fitrah bahasa
7. Fitrah individualitas
8. Fitrah perkembangan.

Anak hebat lahir dari ayah yang hebat. Kuatkan lisan dan pendengaran.

Dialog orang tua dan anak banyak di Al-Qur'an antara ayah dan anaknya.
Tidak ada dialog antara anak dan ibu.

Usia 0- 7 tahun adalah usia anak bersama ibu.

Anak laki laki usia 7-10 tahun dekatkan anak laki-laki dan ayahnya, naik gunung, dan permainan kelaki-lakiannya.
Agar di masa depannya anak laki laki tumbuh menjadi laki laki yang kelaki-lakian.

Anak perempuan  usia 7-10 dekatkan  pada ibunya. Libatkan mereka masak, menjahit mukenanya, dan peran perempuan-perempuan lainnya.

Anak laki-laki usia 11-14 dekatkan  dengan ibunya agar ia tahu peran lawan jenisnya. Kedepannya ia akan tahu bagaimana  memperlakukan perempuan atau istrinya.
Anak perempuan usia 11-14 dekatkan dengan ayah agar ia bisa menilai mana laki-laki baik dan tidak di masa remaja dan dewasanya.

Bagaimana jika usia 9 tahun belum mau shalat?
Maka ulang lagi basic fitrah 0-7 tahun.
Dimana peran ibunya?
Interopeksi buat sang ibu.

Yakinlah pada fitrah anak jangan khawatirkan rezekinya di masa depan.
Ingat bagaimana wasiat Nabiyullah Yaqub ketika mau meninggal?
Beliau tidak pernah takut anaknya kelaparan atau miskin.
Tapi takut jika
anak-anaknya menyimpang dari agama Allah.

Harta adalah masalah remeh dan rendah.
Adapun fitrah aqidah anak adalah yang paling berharga.

*Resume Seminar Parenting Mengenal Fitrah Based Education*
Nurul Huda Islamic Center UNS